Blog

  • push button robotika

    hari ini saya masu robotik.ini pertemuan ke enam.hari ini saya belajar push button.saya langsung membuka laptop.lalu membuka pictoblock.satelah itu sayamemilih board arduino,mengganti mode dari stage ke upload,lalu mulai mengerjakan.saya sama kak lutfi diajari cara kerja push button.

    ini pengertiannya dan cara kerjanya=

    Tombol tekan adalah sakelar sederhana, biasanya terbuat dari plastik atau logam, yang menutup atau membuka sirkuit listrik saat ditekan dan kembali ke posisi semula saat dilepaskan. Tombol-tombol ini banyak digunakan dalam berbagai perangkat elektronik dan mekanik untuk mengendalikan berbagai fungsi, mulai dari menyalakan mesin hingga menunjukkan tindakan, dan tersedia dalam berbagai jenis, seperti tombol sesaat (kontak sesaat) dan tombol mengunci (mempertahankan kontak hingga ditekan lagi).  

    Cara Kerjanya

    1. Pengaktifan: Saat Anda menekan tombol, mekanisme kontak diaktifkan, yang akan menutup sirkuit terbuka atau membuka sirkuit tertutup. 

    Kontrol Sirkuit:

    Tindakan ini memungkinkan atau menghentikan aliran arus listrik, mengendalikan pengoperasian mesin atau proses yang terhubung. 

    Kembali Normal:

    Setelah tombol dilepaskan, sakelar kembali ke posisi default, yang membuka sirkuit tertutup atau menutup sirkuit terbuka. 

    Jenis Tombol Tekan

    • Tombol Tekan Sesaat: Sakelar ini tetap berada pada posisi barunya hanya selama ditekan. 

    Tombol Tekan Pengunci (Terawat):

    Sakelar ini tetap berada pada posisi aktif hingga ditekan lagi. 

    setelah diajari push button,saya langsung mengerjakan.karna mengerti,mengerjakannya jadi cepat dehhh

    TERIMAKASIH!

    terima kasih dalam membaja dan menjadikan blog ini pusat pengetahuan

  • PZEM 016 VS PZEM 004T

    Perbedaan utamanya adalah PZEM-004T menggunakan protokol komunikasi serial (TTL) untuk mengirim data, sementara PZEM-016 menggunakan protokol Modbus RTU melalui antarmuka RS485, membuat PZEM-016 lebih cocok untuk jarak yang lebih jauh dan pengaturan multiperangkat dalam aplikasi industri atau rumah pintar. Keduanya merupakan pengukur daya AC fase tunggal, tetapi PZEM-004T ditujukan untuk pemantauan dasar, sedangkan PZEM-016 menawarkan kemampuan akuisisi dan integrasi data tingkat lanjut.  

    Video ini menunjukkan cara menghubungkan sensor PZEM-004T dengan ESP32 dan Aplikasi Blynk:

    58 detik

    Hanya Lakukan Elektronika

    YouTube · 2 Agustus 2024

    PZEM-004T

    • Komunikasi: Menggunakan protokol komunikasi serial TTL, cocok untuk koneksi jarak pendek ke perangkat seperti NodeMCU atau mikrokontroler. 

    Fitur:

    Mengukur tegangan AC, arus, daya aktif, faktor daya, dan konsumsi energi. 

    Aplikasi:

    Paling cocok untuk aplikasi perangkat tunggal dasar dan pembuatan prototipe di mana komunikasi serial langsung sudah memadai. 

    PZEM-016

    • Komunikasi: Menggunakan protokol Modbus RTU melalui antarmuka RS485, yang memberikan kekebalan kebisingan yang lebih baik dan memungkinkan komunikasi jarak jauh dan dengan beberapa perangkat pada satu bus. 

    Fitur:

    Menawarkan kemampuan pengukuran yang serupa dengan PZEM-004T tetapi menambahkan adaptor USB ke RS485 untuk integrasi yang lebih mudah dengan sistem yang mendukung Modbus. 

    Aplikasi:

    Ideal untuk sistem rumah pintar (seperti Domoticz), otomasi industri, dan pengaturan apa pun yang memerlukan komunikasi multi-drop yang kuat. 

    FiturPZEM-004TPZEM-016
    Protokol KomunikasiSerial TTLModbus RTU melalui RS485
    KonektivitasKoneksi serial langsungRS485 (dengan adaptor USB)
    Jangkauan/KebisinganJarak yang lebih pendekJarak yang lebih jauh, kekebalan kebisingan yang lebih baik
    IntegrasiCocok untuk mikrokontroler tunggalSangat baik untuk sistem yang kompleks, banyak perangkat

    Perbedaan Utama Sekilas

    SUMBER=GOOGLE.

  • led internal arduino pin

    LED internal pada sebagian besar papan Arduino, seperti Uno, terhubung ke pin digital 13.Anda dapat merujuk pin ini dalam kode Anda menggunakan konstanta khusus, LED_BUILTIN. Untuk menggunakannya, atur pin sebagai output dalam fungsi setup() dengan pinMode(LED_BUILTIN, OUTPUT); lalu kendalikan status LED dengan digitalWrite(LED_BUILTIN, HIGH); untuk menyalakannya atau digitalWrite(LED_BUILTIN, LOW); untuk mematikannya.  

    Video ini memperagakan cara mengedipkan LED bawaan menggunakan Arduino:

    47 detik

    Sains untuk Anda

    YouTube · 3 Des 2023

    Cara Menggunakan LED Internal

    1. Sertakan Konstanta LED_BUILTIN: Dalam sketsa Arduino Anda, gunakan konstanta LED_BUILTIN untuk merujuk ke pin.
    2. Konfigurasi di setup(): Dalam fungsi setup() , konfigurasikan pin LED sebagai output: 

    C++

        void setup() {
    pinMode(LED_BUILTIN, OUTPUT); // Set the onboard LED pin as an output
    }
    1. Kontrol LED dalam loop(): Gunakan fungsi digitalWrite() untuk menyalakan atau mematikan LED:
      • Untuk menyalakan LED, atur pin ke TINGGI: digitalWrite(LED_BUILTIN, HIGH);

    Untuk mematikan LED, atur pin ke RENDAH: digitalWrite(LED_BUILTIN, LOW);

    Contoh: LED Internal berkedip

    Kode ini akan membuat LED bawaan berkedip menyala dan mati setiap detik. 

    C++

    void setup() {
    // Initialize the LED pin as an output.
    pinMode(LED_BUILTIN, OUTPUT);
    }

    void loop() {
    digitalWrite(LED_BUILTIN, HIGH); // Turn the LED on
    delay(1000); // Wait for 1 second
    digitalWrite(LED_BUILTIN, LOW); // Turn the LED off
    delay(1000); // Wait for 1 second
    }

    Mengapa Menggunakan LED_BUILTIN?

    • Kesederhanaan: Memungkinkan Anda menguji kode tanpa menghubungkan komponen eksternal apa pun. 

    Portabilitas:

    Ini memastikan kode Anda berfungsi dengan benar di berbagai model papan Arduino karena IDE secara otomatis memetakan LED_BUILTIN ke pin yang benar untuk papan yang dipilih. 

    Video ini menjelaskan cara mengedipkan LED dengan Arduino:

    dari google.

  • piezoelectric

    apa itu piezoellectric?Piezoelektrik adalah kemampuan bahan padat tertentu untuk menghasilkan muatan listrik ketika dikenakan tekanan mekanis, suatu fenomena yang dikenal sebagai efek piezoelektrik langsung. Efek ini dapat dibalikkan; Menerapkan medan listrik pada bahan-bahan ini menyebabkannya berubah bentuk, yang dikenal sebagai efek piezoelektrik terbalik. Bahan piezoelektrik, seperti kristal kuarsa, keramik tertentu, dan bahkan materi biologis, digunakan secara luas dalam sensor, aktuator, perangkat pemanenan energi, dan peralatan medis karena sifat elektromekanisnya yang unik. 

    Cara Kerjanya

    1. Tekanan Mekanik → Muatan Listrik: Ketika bahan piezoelektrik ditekan, struktur atom internalnya bergeser. Perpindahan ini menciptakan muatan listrik bersih pada permukaan material, yang menghasilkan potensial listrik. 

    Medan Listrik → Deformasi Mekanik:

    Sebaliknya, jika medan listrik diterapkan pada material, atom-atom dipaksa bergerak, menyebabkan material tersebut berubah bentuk atau mengalami deformasi fisik. 

    Bahan Utama

    • Kristal: Kuarsa adalah kristal piezoelektrik yang terkenal. 

    Keramik: Jenis keramik tertentu juga menunjukkan piezoelektrik. Materi Biologis: Beberapa bahan biologis, seperti tulang, DNA, dan protein tertentu, memiliki sifat piezoelektrik. 

    Aplikasi Umum

    • Sensor: Mendeteksi variasi tekanan dalam gelombang suara untuk mikrofon, stetoskop medis, dan sistem sonar. 

    Aktuator:

    Memungkinkan pergerakan mekanis yang tepat pada berbagai perangkat, dari rekayasa presisi hingga getaran bulu sikat pada beberapa sikat gigi elektronik. 

    Pemanenan Energi:

    Menangkap energi dari getaran atau benturan mekanis untuk menghasilkan listrik. 

    Alat kesehatan:

    Menciptakan gelombang ultrasonik untuk pencitraan medis dan pemantauan tanda-tanda vital pasien dengan sensitivitas tinggi. 

    Pelembab udara:

    Menggunakan getaran ultrasonik untuk mengatomisasi air menjadi kabut halus untuk pelembapan. 

    Pemantik api:

    Pemantik piezoelektrik menciptakan percikan dengan menghasilkan tegangan tinggi saat tombol ditekan, yang kemudian menyalakan bahan bakar. 

  • robotik tanggal 27/9/25.

    hari ini saya ikut robotik.hari ini saya beajar menggunaan sensor ultrasonic.sesampai di sana saya langsung masuk ke beranda.ternyata kak lutfi sedang mengajar anak yang lain.

    saya menunggu,lalu saya buka laptop sebentar.beberapa menit emudian,ak lutfi selesai.

    lalu sama kak lutfi diajari tentang sensor ultrasonic.apa itu ultrasonic?

    Sensor ultrasonik adalah perangkat yang menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi (ultrasonik) untuk mendeteksi objek dan mengukur jarak, bekerja dengan memancarkan gelombang dan mengukur waktu pantulannya. Perangkat ini terdiri dari transmitter (pemancar) dan receiver (penerima), dan mampu beroperasi di berbagai kondisi lingkungan karena tidak terpengaruh oleh warna atau cahaya. 

    Cara Kerja Sensor Ultrasonik

    1. Pengiriman Gelombang: Sensor memancarkan pulsa gelombang ultrasonik ke arah target. 

    Pemantulan: Gelombang ini mengenai objek dan memantul kembali ke sensor. Penerimaan Gema: Unit penerima mendeteksi gema (pantulan gelombang) yang kembali. Pengukuran Jarak: Sensor menghitung selisih waktu antara pengiriman dan penerimaan gelombang, lalu menggunakan prinsip kecepatan suara untuk menghitung jarak objek. 

    Komponen Utama 

    • Pemancar (Transmitter): Menghasilkan dan memancarkan gelombang suara ultrasonik.
    • Penerima (Receiver): Mendeteksi gelombang ultrasonik yang terpantul dari objek.

    Keunggulan

    • Deteksi Berbagai Material: Mampu mendeteksi hampir semua jenis permukaan, termasuk cairan, padatan, dan bubuk. 

    Tidak Sensitif terhadap Warna: Tidak terpengaruh oleh warna objek, sehingga cocok untuk aplikasi seperti pengukuran level cairan dalam berbagai warna. Akurasi: Mampu memberikan pengukuran jarak yang cukup baik dan presisi. 

    Aplikasi

    Sensor ultrasonik memiliki berbagai aplikasi, seperti: 

    • Otomatisasi Industri: Digunakan dalam proses produksi untuk kontrol presisi. 

    Pengukuran Level: Menentukan tingkat cairan atau bahan dalam tangki, kaleng, dan kemasan. Keamanan: Digunakan dalam sistem alarm untuk mendeteksi keberadaan objek. 

    setelah dikasih tau tentang sensor ultrasonic,pelajaran langsung dimulai!

    arduino ditancap e laptop,lalu buka pictoblock.

    tantangan dari ak lutfi=jika ultrasonic < 5 maka led warna merah menyala.

    jika ultrasonic < 10 maka led earna kuning menyala.

    jika ultrasonic > 15 maka led earna hijau menyala.

  • robotik sabtu tanggal 20/9/25

    hari ini saya belajar pemograman fisual.di meja sudah ada:buzer,servo,sensor infrared,lampuled. bread board,arduino.

    setelah itu saya langsung dikasih tantangan.saya harus program:sensor dihalangi,buzzer nyala,led merah mati.atau sebaliknya.lalu saya langsung tancap kabel male to female.pertama dari sensor,lalu ke arduino.jangan lupa pasang kabel penghubung ke laptop.saya mogram pakai aplikasi picto block.setelah board arduino sudah penuh dengan kabel,saya langsung mogram.tapi ada banyak kendala,dan sedikit berhasil:lampu gak mau nyala,buzzer mati,arduino gak nyambung,dll.pokoknya banyak deh.ketika saya butuh gnd,ternyata di arduino gndnya habis.lalu saya diajari jara buat gnd dari breadboard.caranya:Untuk membuat ground (GND) pada breadboard, hubungkan salah satu rel (jalur) berwarna biru pada breadboard ke sumber daya GND Anda (misalnya, pin GND pada Arduino) menggunakan kabel jumper, lalu semua komponen yang memiliki pin GND bisa ditancapkan pada rel biru tersebut untuk mendapatkan koneksi GND yang sama

    Berikut langkah-langkahnya:

    1. Identifikasi Rel Biru: Breadboard umumnya memiliki dua rel panjang di sisi-sisinya, yang disebut juga rel daya (power rails). Salah satu rel ini, biasanya yang ditandai dengan garis berwarna biru, didedikasikan untuk koneksi ke ground (GND).
    2. Sambungkan ke Sumber Daya GND: Ambil sebuah kabel jumper dan colokkan salah satu ujungnya ke pin GND dari sumber daya Anda (misalnya, pin GND pada mikrokontroler seperti Arduino).
    3. Hubungkan ke Rel Biru: Tancapkan ujung kabel jumper yang lain ke salah satu lubang pada rel berwarna biru di breadboard.
    4. Tancapkan Komponen: Sekarang, semua lubang di sepanjang rel biru tersebut terhubung secara elektrik ke sumber daya GND Anda. Untuk memberikan koneksi ground ke komponen elektronik lain, cukup tancapkan pin GND dari komponen tersebut ke salah satu lubang di rel biru tersebut. 

    Dengan cara ini, Anda dapat dengan mudah dan cepat mendistribusikan sinyal ground ke berbagai titik dalam rangkaian elektronik Anda tanpa perlu menyolder. 

    setelah itu,berhasil!

    terima kasih telah melihat blog ini.saya berterima kasih

  • pembelajaran lego mindstorm

    pembelajaran lego mindstorm

    hari ini saya masuk robotik.hari ini saya bawa laptop.teryata kak faisal lagi gak masuk.saya sama kak lutfi di lanntai 2.hari ini materi pembelajarannya lego mindstorm.ternyata harus pakai mindstorm app.gak bisa pakai picto block.apa itu lego mindstorm?AI Overview

    LEGO MINDSTORMS EV3 adalah kit robotika yang menggabungkan balok Lego, motor, sensor, dan brick komputer yang dapat diprogram untuk membuat robot. EV3 adalah generasi ketiga dari lini produk Mindstorms Lego, dengan “EV” berarti “evolusi” dan “3” menunjukkan bahwa ini adalah modul komputer generasi ketiga setelah RCX dan NXT. 

    Komponen Utama

    • Brick Komputer EV3: Pusat kontrol robot yang lebih canggih dari pendahulunya, dengan pemrosesan yang lebih cepat. 

    Motor:

    Digunakan untuk menggerakkan bagian-bagian robot, seperti roda. 

    Sensor:

    Memberikan “indra” pada robot, seperti sensor sentuh, sensor warna, dan sensor jarak, yang memungkinkan robot bereaksi terhadap lingkungan. 

    Balok Lego:

    Menggunakan balok-balok dari sistem Lego Technic untuk membangun struktur robot. 

    Cara Kerja

    1. 1. Membangun: Pengguna membangun robot menggunakan balok Lego dan komponen modular seperti motor dan sensor. 

    2. Memprogram:

    Robot diprogram menggunakan perangkat lunak MINDSTORMS dari komputer untuk memberikan instruksi. 

    3. Mengendalikan:

    Robot kemudian dapat dikendalikan melalui perintah dari perangkat lunak, aplikasi mobile (iOS/Android), atau remote control. 

    Penggunaan

    • Pendidikan: Digunakan dalam pendidikan robotika untuk mengajarkan konsep STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) kepada anak-anak dan dewasa. 

    Kompetisi:

    Set ini digunakan dalam berbagai kompetisi robotika seperti FIRST LEGO League dan World Robot Olympiad

    Hobi:

    Cocok untuk penggemar robotika hobi karena memungkinkan mereka merancang dan membangun robot dengan berbagai fungsi.

    sumber: google

    lalu saya buka laptop,memulai pembelajaran.pembelajaran dimulai dengan salam dan enjelasan basa basi dan membuat bosan,karna yang dijelaskan sudah kutahu semua,akhirnya pembelajaran yang ditunggu tunggu di mulai.tapi malah binggung,ini pembelajarannya picto block atau mindstorm?saya menjelaskan kalau kemari sama kak faisal pictoblock,tapi kak lutfimalah ngeyel pakai lego,karna gak enak saya ngikut aja kak lutfi.

  • program pictoblock

    hari ini saya masuk ke website pictoblock.saya ingin memogram led menjadi lampu lalu lintas.lalu saya mulai mogram. ini blocknya

    when flag cliked

    arduino pin AO poin high

    lalu di gabung.

    maka lednya akan menyala.

    when flag cliked

    arduino pin AO poin low

    lalu di gabung

    maka lednya mati.

  • robotik pemograman fisual

    hari ini saya ikut robotik.untuk robot sudah selesai.sekarang pemograman. apa itu pemograman?

    Pemrograman adalah proses menulis, menguji, dan memelihara kode yang membangun suatu program komputer. Kode ini ditulis dalam berbagai bahasa pemrograman, yang memungkinkan komputer untuk melakukan tugas-tugas tertentu. Pemrograman melibatkan logika, algoritma, dan bahasa pemrograman untuk menciptakan aplikasi, sistem, dan alat perangkat lunak. 

    Secara lebih rinci, pemrograman adalah:

    • Proses: Pemrograman adalah langkah-langkah yang dilakukan untuk membuat program, mulai dari perencanaan hingga pengujian. 

    Penulisan Kode:

    Pemrogram menulis instruksi dalam bahasa pemrograman yang dapat dimengerti oleh komputer. 

    Pengujian:

    Kode yang telah ditulis diuji untuk memastikan bahwa program berfungsi dengan benar dan sesuai dengan yang diharapkan. 

    Pemeliharaan:

    Program yang telah dibuat perlu dipelihara dan diperbarui secara berkala untuk memastikan kinerja yang optimal dan perbaikan bug. 

    Contoh Pemrograman:

    • Website: Bahasa pemrograman seperti HTML, CSS, dan JavaScript digunakan untuk membuat tampilan dan fungsi website. 

    Aplikasi:

    Berbagai bahasa pemrograman digunakan untuk membuat aplikasi untuk smartphone, seperti Android dan iOS

    Sistem Operasi:

    Sistem operasi seperti Windows, Linux, dan macOS juga dibuat melalui pemrograman. 

    Game:

    Pemrograman digunakan untuk membuat berbagai jenis permainan, baik untuk komputer maupun konsol. 

    Pentingnya Pemrograman:

    Pemrograman memainkan peran penting dalam kehidupan modern. Hampir semua aspek kehidupan kita melibatkan teknologi yang didukung oleh pemrograman. Dengan belajar pemrograman, seseorang dapat: 

    • Membuat Perangkat Lunak: Memungkinkan untuk membuat aplikasi dan sistem yang dibutuhkan untuk berbagai keperluan. 

    Mengembangkan Karir:

    Membuka pintu untuk berbagai peluang karir di industri teknologi yang terus berkembang. 

    Memecahkan Masalah:

    Memberikan kemampuan untuk memecahkan masalah secara sistematis dan kreatif. 

    Mengembangkan Kreativitas:

    Memungkinkan untuk mewujudkan ide-ide menjadi produk digital yang bermanfaat. 

    Dengan memahami dasar-dasar pemrograman, seseorang dapat memanfaatkan kekuatan komputer untuk menciptakan solusi inovatif dan berkontribusi pada perkembangan teknologi. 

    kali ini saya menggunakan arduino nano

    Arduino Nano adalah papan mikrokontroler kecil dan lengkap yang berbasis pada mikrokontroler ATmega328P (untuk versi 3.x) atau ATmega16 (untuk versi 2.x). Papan ini dirancang agar kompatibel dengan breadboard dan menawarkan fungsionalitas serupa dengan Arduino Uno tetapi dalam faktor bentuk yang lebih kecil. Arduino Nano sangat populer karena ukurannya yang ringkas, ideal untuk proyek yang membutuhkan ruang terbatas, seperti robotika, perangkat wearable, atau proyek elektronik lainnya yang membutuhkan papan mikrokontroler kecil. 

    Fitur Utama Arduino Nano:

    • Ukuran Kompak: Arduino Nano memiliki ukuran yang kecil, membuatnya ideal untuk proyek dengan ruang terbatas. 

    Kompatibel dengan Breadboard: Arduino Nano dirancang untuk kemudahan penggunaan dengan breadboard, memudahkan perakitan dan pengujian proyek. Fungsionalitas Mirip Arduino Uno: Arduino Nano menawarkan fungsionalitas yang serupa dengan Arduino Uno, tetapi dalam ukuran yang lebih kecil. Mikrokontroler: Menggunakan mikrokontroler ATmega328P (versi 3.x) atau ATmega16 (versi 2.x). Pemrograman: Diprogram menggunakan Perangkat Lunak Arduino (IDE)Catu Daya: Dapat ditenagai melalui port Mini USB atau dari baterai 9V. 

    Perbedaan Utama dengan Arduino Uno:

    • Ukuran: Arduino Nano lebih kecil dari Arduino Uno, menjadikannya pilihan yang baik untuk proyek dengan ruang terbatas. 

    Jack Daya DC: Arduino Nano tidak memiliki jack daya DC, berbeda dengan Arduino Uno. Port USB: Arduino Nano menggunakan port Mini USB, sedangkan Arduino Uno menggunakan port USB Tipe B. 

    Kesimpulan:

    Arduino Nano adalah pilihan yang baik bagi siapa saja yang membutuhkan papan mikrokontroler kecil, ringkas, dan mudah digunakan untuk berbagai proyek elektronik. Ukurannya yang kecil dan kompatibilitas dengan breadboard membuatnya sangat fleksibel dan cocok untuk berbagai aplikasi, mulai dari proyek hobi hingga proyek profesional. 

    setelah itu saya mulai diberikan sebuah led,lalu mulai di program.sebelum diberikan led,saya diberikan usb,lalu di colokkan dengan laptop.laptop saya lenovo x200.yang dipakai nulis blog saat ini.

    Lenovo ThinkPad X200 adalah salah satu model laptop dalam seri ThinkPad yang dirilis oleh Lenovo. Laptop ini dikenal karena desainnya yang ringkas dan kokoh, serta performanya yang andal untuk kebutuhan bisnis dan mobilitas. ThinkPad X200 juga terkenal karena daya tahannya yang baik, menjadikannya pilihan populer di kalangan profesional. 

    Berikut adalah beberapa poin penting mengenai Lenovo ThinkPad X200: 

    • Ukuran dan Desain: ThinkPad X200 memiliki ukuran layar 12.1 inci dan dirancang untuk portabilitas. Bentuknya yang ringkas membuatnya mudah dibawa bepergian.
    • Performa: Laptop ini ditenagai oleh berbagai pilihan prosesor Intel, termasuk pilihan Core 2 Duo, dan memiliki pilihan RAM serta penyimpanan yang dapat disesuaikan.
    • Fitur: ThinkPad X200 dilengkapi dengan berbagai fitur, termasuk Wi-Fi, Bluetooth, LAN, slot ExpressCard, dan port VGA. Beberapa model juga memiliki fitur pembaca sidik jari.
    • Daya Tahan: Seri ThinkPad terkenal dengan daya tahannya, dan X200 tidak terkecuali. Laptop ini dibangun dengan material yang kuat dan dirancang untuk menahan kondisi penggunaan sehari-hari.
    • Keunggulan: ThinkPad X200 adalah laptop bisnis yang populer karena kombinasi antara mobilitas, performa, dan daya tahan.

    Meskipun ThinkPad X200 sudah tidak diproduksi lagi, laptop ini masih banyak digunakan dan dicari oleh pengguna yang membutuhkan laptop bekas yang handal dengan harga terjangkau. 

    lalu di program pakai pictoblock software.programnya gampang sekali.

    TERIMA KASIH

    terima kasih sudah melihat blog iniiiii

  • line followwer sabtu 9/8/2025

    hari ini saya masuk les robot,lalu saya langsung mulai.saya diberikan sensor.Sensor garis, atau disebut juga sensor line follower, adalah sensor yang mendeteksi garis, terutama garis hitam atau terang, untuk memungkinkan robot atau sistem lain mengikuti garis tersebut. Sensor ini bekerja dengan memancarkan cahaya (biasanya inframerah) dan mendeteksi cahaya yang dipantulkan kembali untuk menentukan apakah sensor berada di atas garis atau di luar garis. 

    Cara Kerja Sensor Garis:

    1. 1. Pemancar Cahaya: Sensor garis memiliki pemancar cahaya, biasanya LED inframerah, yang memancarkan cahaya ke permukaan di bawahnya. 

    2. Penerima Cahaya:

    Sensor juga memiliki penerima cahaya (fotodioda atau fototransistor) yang mendeteksi cahaya yang dipantulkan kembali dari permukaan. 

    3. Deteksi Garis:

    Jika cahaya yang dipantulkan kembali kuat (misalnya, dari permukaan putih), itu menandakan sensor berada di luar garis. Jika cahaya yang dipantulkan lemah (misalnya, dari garis hitam), itu menandakan sensor berada di atas garis. 

    4. Output Sinyal:

    Sensor menghasilkan sinyal output, yang bisa berupa sinyal analog atau digital, tergantung pada jenis sensornya, untuk menunjukkan posisi sensor relatif terhadap garis. 

    Jenis Sensor Garis:

    • Sensor Inframerah (IR): Paling umum digunakan, memanfaatkan cahaya inframerah untuk mendeteksi perbedaan reflektansi antara garis dan latar belakang. 

    Sensor Warna:

    Beberapa sensor canggih dapat mendeteksi berbagai warna garis, tidak hanya hitam dan putih. 

    Sensor Ultrasonik:

    Menggunakan gelombang suara untuk mengukur jarak dan dapat digunakan untuk mendeteksi garis dengan perubahan jarak yang signifikan. 

    Sensor CMOS:

    Beberapa sensor menggunakan teknologi CMOS untuk mendeteksi garis. 

    Aplikasi Sensor Garis:

    • Robot Line Follower: Aplikasi paling umum, robot mengikuti garis yang telah dibuat sebelumnya. 

    Robot Industri: Digunakan dalam sistem otomatisasi untuk pemindahan material atau perakitan. Aplikasi Robotika Lainnya: Mendukung berbagai aplikasi robotika yang membutuhkan navigasi jalur. Sistem Transportasi: Beberapa sistem sensor garis digunakan untuk pemantauan lalu lintas dan sistem transportasi cerdas menurut Sensor Line

    jenis sensor

    Sensor yang umum digunakan pada robot line follower adalah sensor inframerah (infrared/IR) dan sensor cahaya seperti photodioda. Sensor-sensor ini mendeteksi perbedaan antara garis hitam (atau warna lain yang menjadi jalur) dan permukaan di sekitarnya (biasanya putih) berdasarkan perbedaan intensitas cahaya yang dipantulkan. 

    Berikut adalah penjelasan lebih detail tentang jenis-jenis sensor tersebut:

    1. Sensor Inframerah (Infrared/IR):

    • Prinsip Kerja: Sensor IR terdiri dari LED IR yang memancarkan cahaya inframerah dan fotodioda yang mendeteksi cahaya yang dipantulkan kembali. 

    Cara Kerja:

    Ketika LED IR memancarkan cahaya dan mengenai permukaan berwarna gelap (seperti garis hitam), cahaya akan diserap, sehingga sedikit yang dipantulkan kembali ke fotodioda. Sebaliknya, jika mengenai permukaan berwarna terang (seperti putih), cahaya akan dipantulkan lebih banyak. 

    Aplikasi:

    Sensor IR banyak digunakan pada robot line follower karena kemampuannya mendeteksi perbedaan warna dan memiliki jangkauan yang cukup baik. 

    2. Sensor Cahaya (Photodioda):

    • Prinsip Kerja: Photodioda adalah komponen semikonduktor yang mengubah cahaya menjadi arus listrik. Resistansinya akan berubah tergantung pada intensitas cahaya yang diterimanya.
    • Cara Kerja: Ketika cahaya mengenai photodioda, resistansinya akan menurun, sehingga arus listrik yang mengalir meningkat. Pada robot line follower, photodioda dipasangkan dengan LED yang memancarkan cahaya, dan perubahan arus pada photodioda inilah yang digunakan untuk mendeteksi garis.
    • Aplikasi: Photodioda sering digunakan bersama dengan LED untuk membentuk rangkaian sensor garis pada robot line follower. 

    3. Sensor LDR (Light Dependent Resistor):

    • Prinsip Kerja: LDR adalah resistor yang nilai resistansinya berubah sesuai dengan intensitas cahaya yang diterimanya.
    • Cara Kerja: Ketika cahaya mengenai LDR, resistansinya akan turun, dan sebaliknya, ketika gelap, resistansinya akan naik.
    • Aplikasi: Meskipun LDR juga termasuk sensor cahaya, LDR kurang umum digunakan pada robot line follower dibandingkan dengan photodioda dan sensor IR karena responnya terhadap perubahan cahaya yang tidak secepat photodioda. 

    4. Sensor Analog vs. Sensor Digital:

    • Sensor Analog: Sensor analog menghasilkan nilai keluaran yang kontinu (berupa tegangan atau arus yang berubah secara gradual) sesuai dengan intensitas cahaya yang diterima. Sensor ini biasanya digunakan pada robot line follower yang lebih sederhana tanpa pemrograman.
    • Sensor Digital: Sensor digital menghasilkan keluaran yang bersifat diskret (biasanya berupa nilai 0 atau 1 yang menunjukkan garis terdeteksi atau tidak). Sensor ini lebih umum digunakan pada robot line follower yang lebih kompleks dengan pemrograman. 

    Kesimpulan:

    Sensor inframerah dan sensor cahaya, terutama photodioda, adalah jenis sensor yang paling umum digunakan pada robot line follower untuk mendeteksi perbedaan antara garis dan permukaan. Pemilihan jenis sensor tergantung pada kompleksitas robot dan algoritma yang digunakan.

    setelah pasang sensor,langsung dihubungkan ke kabel.di sensor ada tulisan VCC,GND,DO dan AO.berikut penjelasannya

    Dalam rangkaian line follower, GND, VCC, DO, dan AO adalah istilah yang merujuk pada koneksi sensor dan modul. GND (Ground) adalah terminal negatif catu daya, VCC (Voltage Common Collector) adalah terminal positif catu daya, DO (Digital Output) adalah sinyal output digital, dan AO (Analog Output) adalah sinyal output analog dari sensor. 

    Berikut penjelasan lebih detail: 

    • GND (Ground): Titik referensi potensial nol pada rangkaian, terhubung ke kutub negatif baterai atau sumber daya.
    • VCC (Voltage Common Collector): Terminal positif catu daya yang memberikan tegangan kerja untuk sensor.
    • DO (Digital Output): Sinyal yang dihasilkan sensor ketika mendeteksi garis (atau tidak mendeteksi garis). Sinyalnya berupa logika tinggi (1) atau rendah (0).
    • AO (Analog Output): Sinyal yang dihasilkan sensor yang bervariasi nilainya sesuai dengan intensitas cahaya yang diterima. Sinyal ini berupa tegangan yang nilainya berubah-ubah.

    Contoh Penerapan pada Sensor Garis (Line Follower):

    • Sensor garis biasanya memiliki LED inframerah dan fototransistor. LED memancarkan cahaya inframerah, dan fototransistor mendeteksi seberapa banyak cahaya yang dipantulkan kembali.
    • Jika cahaya dipantulkan kembali dengan kuat (misalnya, pada permukaan putih), fototransistor akan menghasilkan sinyal tegangan yang tinggi pada output AO. Sebaliknya, jika cahaya diserap (misalnya, pada garis hitam), fototransistor akan menghasilkan sinyal tegangan yang rendah.
    • Sinyal pada output DO akan berubah menjadi HIGH atau LOW tergantung pada apakah sensor mendeteksi garis atau tidak.
    • Sensor juga memerlukan catu daya (VCC dan GND) untuk beroperasi

    lalu mulai di tes,ternyata ga bisa,solderanya nyambung.

    kenapa gak bisa?

    Timah solder yang saling menempel pada sensor elektronik dapat menyebabkan kerusakan atau bahkan membuat sensor mati karena beberapa alasan: short circuit, overheat, dan kerusakan fisik pada komponen. Ketika timah solder berlebihan dan menempel di antara jalur-jalur sensor yang seharusnya terisolasi, ia dapat menciptakan jalur listrik yang tidak seharusnya ada. Hal ini menyebabkan arus listrik mengalir tidak terkendali, yang bisa merusak komponen sensitif atau bahkan menyebabkan korsleting. 

    Berikut penjelasan lebih rinci:

    1. 1. Short Circuit: Timah solder yang berlebihan dan menempel di antara jalur-jalur yang terpisah dapat menciptakan jalur pintas (short circuit). Jalur pintas ini memungkinkan arus listrik mengalir langsung dari satu titik ke titik lain tanpa melalui komponen yang seharusnya. Hal ini dapat menyebabkan lonjakan arus yang merusak komponen sensitif atau bahkan membakar jalur PCB. 

    2. Overheat:

    Terlalu banyak timah solder, terutama jika meleleh dan menempel di area yang tidak seharusnya, dapat menyebabkan panas berlebihan pada komponen elektronik. Panas yang berlebihan ini dapat merusak komponen, terutama yang terbuat dari bahan semikonduktor atau plastik. 

    3. Kerusakan Fisik:

    Selain masalah listrik, penumpukan timah solder yang berlebihan juga bisa memberikan tekanan fisik pada komponen sensor. Timah solder yang mengeras bisa menarik atau menekan komponen, menyebabkan kerusakan mekanis. 

    Pencegahan:

    • Gunakan timah solder secukupnya.
    • Pastikan area penyolderan bersih dan bebas dari kontaminasi.
    • Gunakan fluks yang sesuai untuk membantu timah solder menempel dengan baik.
    • Kontrol suhu solder dengan baik untuk menghindari overheat.
    • Bersihkan sisa timah solder yang berlebihan setelah penyolderan. 

    Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, Anda dapat mencegah kerusakan sensor akibat timah solder yang menempel tidak semestinya. 

    lalu dites lagi setelah dipisah soldernya,ALHAMDULILLAH BISA!

    TERIMAKASIH!

    terima kasis telah melihat blog ini.maaf panjang,agar anda mengerti betul tentang robot.